Monday, July 29, 2013

Risiko Audit (Audit Risk)-Risiko Bawaan, Risiko Pengendalian, Dan Risiko Deteksi

Risiko audit (Audit Risk)- risiko bawaan, risiko pengendalian, dan risiko deteksi - Mungkin dapat kita sebut bahwa didalam risiko audit itu terdapat beberapa komponen risiko, komponenrisiko tersebut meliputi risiko bawaan, risiko pengendalian, dan risiko deteksi. Dalam artikel saya kali ini, saya akan mencoba untuk menjelaskan tentang risiko audit beserta komponen risiko yang menyertainya tersebut, dan juga bagaimana model risiko auditnya, serta hubungan antara risiko audit dan bukti audit.

Risiko Audit (Audit Risk)
Bukankah hampir semua yang dilakukan oleh seseorang itu memiliki risiko, begitu juga dengan proses audit yang dilakukan oleh auditor, tentu saja memiliki risiko tersendiri. Untuk menjelaskan apa sih risiko audit ini ? Kita sebaiknya melihat dahulu apa tujuan auditor melakukan proses audit, bukankah tujuan auditor melakukan proses audit adalah untuk menyatakan pendapatnya secara tepat atas laporan keuangan klien yang diaudit yang mengandung salah saji material, sesuai dengan keyakinan yang memadai yang dimiliki oleh auditor, jika tujuan audit seperti diatas, mungkin kita dapat mengatakan bahwa risiko audit adalah risiko  kemungkinan auditor dalam menyatakan pendapat atas laporan keuangan  klien yang mengandung salah saji material tanpa sengaja telah gagal dilakukan dengan tepat.

Risiko Bawaan
Mungkin beberapa hal didalam laporan keuangan rentan untuk salah saji material, seperti halnya kas yang mungkin rentan untuk salah saji material karena mudahnya kas untuk disalahgunakan. Berkaitan dengan risiko, kerentanan salah saji material suatu asersi  itulah yang dimaksud dengan risiko bawaan, bisa kita sebut risiko bawaan merupakan risiko yang melekat pada suatu akun.

Risiko Pengendalian
Pengendalian berkaitan dengan sistem pengendalian internal suatu entitas, tujuan adanya sistem pengendalian internal adalah untuk  mencegah salah saji material yang mungkin terjadi dalam suatu asersi dengan tepat waktu, jika pengendalian internal bertujuan untuk itu, maka yang dimaksud dengan risiko pengendalian adalah risiko terjadi kegagalan pengendalian internal yang tidak bisa mencegah salah saji material yang mungkin terjadi di suatu asersi dengan tepat waktu. Ingat bahwa risiko pengendalian melibatkan sistem pengendalian internal suatu entitas, ketika sistem pengendalian internal suatu entitas itu baik (efektif) maka risiko pengendalian akan rendah, sebaliknya jika sistem pengendalian suatu entitas tersebut tidak bagus atau jelek (tidak efektif) maka risiko pengendalian akan tinggi.

Risiko Deteksi
Ketika seorang auditor melakukan audit terhadap suatu asersi pun terdapat risiko tersendiri, auditor melakukan audit terhadap suatu asersi tersebut untuk mendeteksi salah saji material yang terjadi terhadap asersi tersebut, maka yang dimaksud dengan risiko deteksi adalah risiko auditor tidak dapat mendeteksinya. Risiko deteksi terbagi menjadi dua, yaitu risiko prosedur analitis dan risiko pengujian terinci.
 
Model Risiko Audit
Model risiko audit (audit risk model), sebagai berikut
    AR = IR X CR X DR
keterangan
AR adalah risiko audit
IR adalah risiko bawaan
CR adalah risiko pengendalian
DR adalah risiko deteksi

Contoh penggunaan model risiko audit
Audito telah menentukan risiko audit (AR) sebesar 3 %, risiko bawaan (IR) sebesar 90%, dan risiko pengendalian (CR) sebesar 55%, maka untuk menentukan besarnya risiko deteksi adalah sebagai berikut ini
DR =         AR    
             IR X CR


DR =        0.03              = 6.06%
          0.90 X 0.55

Seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa risiko deteksi terbagi menjadi dua, yaitu risiko prosedur analitis dan risiko pengujian terinci. Maka model risiko auditnya sedikit berubah, yaitu :

AR = IR X CR X AP X TD
keterangan
AP adalah risiko prosedur analitis
TD adalah risiko pengujian terinci

Hubungan Risiko Audit dan Bukti Audit
Bukti audit yang merupakan pendukung auditor untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan klien tentu terdapat hubungannya dengan risiko audit, saya pribadi menyatakan bahwa hubungan antara risiko audit dan bukti audit adalah mengenai kuantitas. Ketika auditor ingin mencapai tingkat risiko audit yang rendah untuk klien tertentu, maka auditor memerlukan sebuah bukti yang banyak atau besar untuk memenuhi keyakinan yang memadai.

Oke, mungkin cukup sampai disini saja artikel saya mengenai risiko audit ( audit risk ), semoga bermanfaat, dan saya mohon maaf sekali jika ada kekeliruan dan kesalahan apapun itu, karena saya juga bukan ahlinya, saya juga masih belajar.
Terimakasih.

Tuesday, July 23, 2013

Contoh Neraca ! Pengertian dan Kegunaan Neraca.

Contoh neraca, pengertian dan kegunaan neraca- Sesuai pemahaman saya, bahwa neraca atau laporan posisi keuangan adalah suatu laporan yang merupakan bagian dari laporan keuangan yang menyediakan mengenai pelaporan aktiva, kewajiban dan ekuitas pemegang saham pada tanggal tertentu.

Kegunaan neraca
Salah satu kegunaan neraca adalah untuk menilai risiko perusahaan, namun selain untuk menilai risiko perusahaan, neraca juga dapat digunakan untuk meramalkan atau menilai arus kas dimasa depan suatu perusahaan.

Contoh kegunaan neraca
Misalkan saja saya seorang investor yang memiliki kelebihan uang cukup besar, untuk memanfaatkan kelebihan uang tersebut saya ingin membeli saham perusahaan yang menurut saya baik, untuk menentukan mana perusahaan yang baik, saya melihat laporan keuangan beberapa perusahaan, salahsatunya adalah dengan melihat neraca perusahaan, dari beberapa neraca perusahaan yang telah saya lihat, ada perusahaan, sebut saja perusahaan x dalam neraca tahun 2011 dan tahun 2012 menyajikan kenaikan piutang dan persediaan barang jadi siap jual, dengan melihat kenaikan piutang dan persediaan barang jadi siap jual tersebut saya menilai bahwa perusahaan x adalah perusahaan yang kurang baik atau tidak baik, karena kenaikan piutang tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami kesulitan dalam menagih piutang kepada para pelanggan, kalau perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam menagih piutang, tentu saja piutang tersebut akan mengalami penurunan karena telah ditagih (asumsi tidak ada penambahan penjualan kredit kepada pelanggan), sedangkan kenaikan persediaan barang jadi siap jual mengindikasikan bahwa produk yang dijual oleh perusahaan mungkin tidak laku dipasaran, atau mungkin kalah bersaing dengan produk-produk dari para pesaing lainnya.

Contoh Neraca 

Estelle Company
Neraca
Per 31 Desember

NERACA
AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas63.000
Sekuritas yang tersedia untuk dijual45.500
Piutang usaha250.000
Penyisihan piutang tak tertagih2.500 (₋)247.500
Persediaan31.000
Beban dibayar dimuka22.000 (+)
Total aktiva lancar409.000
Investasi Jangka Panjang
Investasi dalam PT Jaya Sakti400.000
Investasi dalam PT WestIndo330.000 (+)730.000
Properti, Pabrik, dan Peralatan
Tanah175.000
Bangunan850.000
Akumulasi penyusutan bangunan250.000 (₋)600.000
Mesin133.000
Akumulasi penyusutan mesin15.000 (₋)118.000 (+)
Total property, pabrik, dan peralatan893.000
Aktiva Tak Berwujud
Goodwill200.000 (+)
Total Aktiva2.232.000
KEWAJIBAN DAN EKUITAS PEMEGANG SAHAM
Kewajiban Lancar
Hutang usaha260.000
Hutang pajak penghasilan180.000 (+)
Total kewajiban lancar440.000
Hutang Jangka Panjang
Surat hutang 11%, 10 tahun, jatuh tempo 1 januari 2017950.000 (+)
Total Kewajiban1.390.000
Ekuitas Pemegang Saham
Modal disetor
Saham preferen 6%, nilai pari $5, beredar 80.000 lembar400.000
Saham biasa, nilai pari $2, beredar 150.000 lembar300.000
Tambahan modal disetor55.000 (+)755.000
Laba ditahan87.000 (+)
Total Ekuitas Pemegang Saham842.000 (+)
Total Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham2.232.000


Selain akun akun (aktiva, kewajiban dan ekuitas pemegang saham) yang dilaporkan didalam neraca tersebut, terdapat informasi tambahan yang dilaporkan, informasi tambahan tersebut biasanya meliputi tiga informasi, yaitu kontinjensi, kebijakan akuntansi, dan situasi kontraktual.
Kontinjensi, adalah suatu situasi yang tidak pasti dimasa depan, seperti tuntutan hukum akibat pelanggaran hak cipta, jika kelak perusahaan memenangkan tuntutannya akibat hak ciptanya dilanggar oleh perusahaan lain, mungkin perusahaan akan menerima ganti rugi.
Kebijakan akuntansi, menjelaskan metode yang digunakan oleh perusahaan, seperti penilaian persediaan atau metode yang digunakan untuk penyusutan, dan penilaian lainnya.
Situasi kontraktual, menjelaskan mengenai ketentuan ketentuan tertentu, seperti, persyaratan peminjaman yang dibuat oleh kreditor untuk mempertahankan modal kerja, atau mungkin persyaratan untuk mempertahankan aktiva tertentu.

Terimakasih telah membaca artikel saya mengenai contoh neraca! pengertian dan kegunaan neraca, semoga bermanfaat. Dan saya mengucapkan mohon maaf jika ada kekeliruan dan kesalahan apapun dalam artikel ini.

Download Contoh Neraca

Wednesday, July 17, 2013

Cara Mendapatkan Modal Usaha ! Cara Memperoleh Modal Usaha

Cara Mendapatkan Modal Usaha ! Cara Memperoleh Modal Usaha- Ketika seseorang ingin mendirikan usaha lazimnya orang tersebut akan membutuhkan sebuah modal, baik itu modal uang, modal tenaga, ataupun modal waktu, dalam artikel saya kali ini saya akan berbagi bagaimana cara mendapatkan modal usaha.
Ada beberapa cara memperoleh modal usaha, diantarannya adalah sebagai berikut :
Cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha yang pertama adalah :
1. Modal dari tabungan

cara mendapatkan modal yang satu ini mungkin cara yang paling mudah dilakukan, tapi mungkin juga yang paling sulit dilakukan, mudah dilakukan ketika seseorang itu memang memiliki tabungan, tak perlu cari modal usaha sana sini, tinggal ambil dari tabungan saja, tapi itu juga memiliki resiko, bisa diperhatikan ketika seseorang merasa mudah untuk mendapatkan modal usaha dari tabungan sendiri, kemungkinan akan cenderung tidak takut akan kehilangan dan merasa tidak memiliki tanggung jawab terhadap modal tersebut, berbeda dengan orang yang memperoleh modal usaha bukan dari tabungannya sendiri, mungkin orang tersebut akan merasa lebih takut kehilangan dan merasa memiliki tanggung jawab terhadap modal yang diperoleh tersebut, karena dia ingin memanfaatkan modal yang ada semaksimal mungkin.

Cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha yang kedua adalah :
2. Hutang berbasis syariah

Cara mendapatkan modal dengan hutang berbasiskan syariah ini tidak harus mencari investornya dipasar modal, cukup dengan mencari hutang kepada orang-orang terdekat saja, bisa kepada temen, kepada orang tua, atau bisa juga kepada saudara-saudara, dan tentu saja kita tidak boleh lupa untuk mengembalikan hutang tersebut beserta keuntungannya kepada pihak yang memberikan pinjaman tersebut, tentu saja menggunakan metode syariah. Kenapa harus syariah ? ya, sebagai seorang muslim kita harus memisahkan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang boleh dan mana yang dilarangkan gan...

Cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha yang ketiga adalah :
3. Modal dari saham

Cara mendapatkan modal melalui saham ini juga tidak harus melalui pasar modal, kita bisa kok memanfaatkan orang-oarang yang ada disekitar kita, seperti temen, saudara, atau orang tua, kita bisa menawari mereka untuk berinvestasi diusaha yang akan kita dirikan dengan persentase kepemilikan dan keuntungan tergantung dengan modal yang disetor kepada kita.
Contoh, untuk mendirikan usaha, anda memerlukan modal sebesar Rp. 1.000.000, tapi anda hanya memiliki modal sebesar Rp. 500.000, kemudian anda menawarkan kepada 5 temen anda untuk berinvestasi di usaha yang akan didirikan, kelima temen anda semuanya sepakat untuk berinvestasi dengan menyetor uang sebesar Rp. 100.000 untuk masing-masing orang, nah disini anda memiliki persentase kepemilikan dan keuntungan sebesar 50%, sedangkan temen-temen anda masing-masing memiliki persentase kepemilikan dan keuntungan sebesar 10%

500.000        x 100% = 50%

1.000.000
100.000        x 100% = 10%

1.000.000 

Cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha yang keempat adalah :
4. Modal dari pinjaman

cara mendapatkan modal usaha dari pinjaman yang saya maksud ini hampir sama dengan cara memperoleh modal usaha dari hutang bersasis syariah, tapi cara mendapatkan modal usaha ini bukan dari temen, saudara, ataupun dari orang tua, melainkan dari bank, kalau saya pribadi nih gan, kalau harus meminjam uang dibank, kemungkinan besar saya akan meminjam dari bank syariah, kenapa ? ya, seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa sebagai seorang muslim, kita harus membedakan mana yang salah dan mana yang benar serta mana yang boleh dan mana yang dilarang.
Seperti yang saya ketahui jika kita meminjam uang di bank konvensional terdapat unsur ribanya dan itu dilarang, sedangkan di bank syariah insyaALLAH sudah sesuai dengan hukum atau aturan islam. Sedikit pembahasan mengenai agama, sebagai pengingat untuk umat islam.

Dari 4 cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha diatas semoga dapat bermanfaat untuk kita semua, jika ada tambahan, kritik atau saran silahkan memberikan komentar. mohon maaf untuk semua kesalahan dan kebodohan saya. Terimakasih.

Tuesday, July 16, 2013

Cara Memulai Usaha : Cara Mendirikan atau Cara Merintis Usaha Dari Nol

Cara memulai usaha : cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha dari nol-Memiliki usaha, siapa yang gak mau memiliki usaha, saya sendiri sangat mau untuk memiliki usaha, apa lagi kalau usahanya sangat menjanjikan dan sangat menguntungkan. Saya rasa banyak diantara orang-orang jaman sekarang yang ingin memiliki usaha, menjadi bos, bebas berkreasi, mengatur orang ! Tapi, saya rasa tidak mudah juga untuk memulai usaha, kalau dipikir pikir jika hanya berangan-angan, berkhayal, menyimpan ide semua dipikiran, tetapi tidak melakukan apa-apa, Semua itu apa gunanya? Mungkin penyebab para sobat pembaca tidak melakukan apa-apa adalah karena bingung, bingung apa yang harus dilakukan, bingung bagaimana melakukannya.
Oleh karena itu, saya ingin berbagi kepada para sobat pembaca cara memulai usaha, walaupun saya sendiri belum memiliki usaha, tapi saya akan tetap membagi artikel mengenai cara memulai usaha ini karena artikel ini cukup potensial dan juga karena saya rasa apa yang akan saya bagi adalah cara memulai usaha atau cara mendirikan usaha yang paling logis untuk dilakukan. Oke berikut ini adalah beberapa cara untuk memulai usaha :

Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang pertama adalah :
1. Menentukan produk

Dalam menemtukan produk, kita dapat melihat berdasarkan tiga hal, yang pertama adalah berdasarkan keahlian kita, menemtukan produk berdasarkan keahlian kita, kita melihat apa yang dapat kita buat, apakah kita ahli masak, atau kita dapat membuat kerajinan atau jasa, nah keahlian kita itulah yang kita jadikan produk. Yang kedua adalah menentukan produk berdasarkan trend, bertdasarkan trend ini kita menentukan produk dengan melihat apa yang sedang digemari oleh masyarakat, misalkan saja masyarakat diindonesia sedang gemar dengan makanan pedas, nah dari situ kita dapat ikut serta dalam usaha makanan pedas tersebut, kita belajar membuat makanan pedas, kita bersaing. Dan cara menentukan produk yang ketiga adalah menentukan produk berdasarkan peluang, menentukan produk berdasarkan peluang ini kita melihat peluang apa yang ada yang dapat kita manfaatkan untuk dijadikan produk, setelah kita menemukan peluang usaha, kita manfaatkan peluang itu, kita jadikan peluang tersebut sebagai usaha kita.


Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang kedua adalah :
2. Menentukan target pasar

Cara memulai usaha atau cara mendirikan usaha yang kedua ini, kita harus menentukan sasaran pasar yang kita tuju, menentukan kepada siapa produk kita akan dijual, apakah akan dijual kepada kalangan atas, kalangan menengah atau kalangan bawah, jika kita akan menjual produk kita kepada kalangan bawah maka kita sesuaikan dengan kebutuhan atau daya beli kalangan bawah, saya rasa tidak mungkin jika kita memproduksi barang mewah tetapi kita memasarkannya kepada kalangan bawah. Atau kita menentukan target pasar kita berdasarkan umur, apakah kita akan menjual produk kita kepada anak-anak, atau kepada remaja, orang dewasa, atau kepada orang tua, kita harus sesuaikan produk kita dengan kebutuhan mereka.


Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang ketiga adalah :
3. Menguji kelayakan usaha

Dalam menguji kelayakan usaha yang akan kita dirikan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu biaya investasi, biaya modal kerja, dan prediksi kas masuk. Misalkan saja kita akan mendirikan usaha warung bakso, disini biaya investasi meliputi berapa biaya yang dibutuhkan sampai warung bakso tersebut berdiri ( biaya bangunan, meja, kursi, dan lainya yang relatif tahan lama), untuk biaya modal kerja, kita menghitung berapa yang dibutuhkan dalam suatu waktu untuk warung bakso tersebut dapat beroperasi (biaya bahan baku bakso, gula, dan lainnya yang sekali habis), sedangkan untuk prediksi kas masuk kita menghitung laba yang kita peroleh dalam suatu waktu. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini

Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang keempat adalah :
4. Struktur manajemen

Cara memulai usaha atau cara mendirikan usaha yang keempat ini kita menentukan struktur manajemen dalam usaha kita, apakah kita akan menggunakan manajemen sederhana atau kita menggunakan menejemen yang cukup rumit. Manajemen sederhana, yaitu hanya ada kita sebagai bos dan karyawan sebagai anak buah yang membuat produk, tidak ada manajemen pemasaran, manajemen operasi, dan manajemen lainnya selai kita sendiri, sedangkan manajemen yang cukup rumit, selain kita sebagai bos dan karyawan sebagai anak buah yang membuat produk, kita harus membuat manajemen-manajemen lainnya, seperti manajemen keuangan. operasi atau pemasaran, dan setiap manajemen tersebut memerlukan lagi beberapa karyawan.

Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang kelima adalah:
5. Modal

Mungkin modal menjadi sebuah hambatan untuk memulai atau mendirikan usaha, bagi saya sendiri modal juga merupakan sebuah hambatan untuk memulai usaha. Bisa kita bayangkan jika memulai usaha tanpa modal sama sekali, apa bisa ?
Saya rasa dalam memulai usahasebuah modal tidak hanya sebatas pada uang, tapi juga tenaga dan waktu, kalau modal tenaga dan waktu ini, saya rasa akan terasa mudah jika kita memiliki keinginan yang besar dan kuat, sedangkan modal uang tidak sesimpel itu saya rasa. Modal uang dapat diperoleh melalui beberapa cara, yaitu dari tabungan sendiri, saham, obligasi, dan lainnya. untuk menjelaskan ini lebih lanjut, silahkan anda kunjungi disini

Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang keenam adalah :
 6. Bentuk usaha

Kita dapat menentukan bentuk usaha sesuai dengan yang kita inginkan, apakah kita ingin bentuk usaha perorangan, atau PT, atau CV, ataupun bentuk usaha lainnya yang mungkin dapat kita lakukan.

Dari 6 cara memulai usaha atau cara mendirikan usaha yang telah saya sebutkan diatas, saya mengasumsikan bahwa usaha yang akan kita mulai adalah usaha yang dimulai dari nol, selain mulai usaha dari nol sebenarnya kita juga dapat memulai usah dengan membeli perusahaan lain atau kita juga dapat melakukan waralab, tapi saya rasa itu relatif membutuhkan uang yang lebih banyak daripada memulai usaha atau mendirikan usaha mulai dari nol.

Oke gan, saya rasa cukup untuk artikel kali ini, jika ada kesalahan saya sungguh minta maaf, dan semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terimakasih.

Sunday, July 14, 2013

Pengertian dan Contoh Laporan Laba-Rugi! Laporan Laba-Rugi Single Step dan Multiple Step

Contoh dan pengertian laporan laba-rugi pengertian laporan laba-rugi-Menurut saya, laporan laba rugi adalah laporan yang merupakan bagian dari laporan keuangan yang memuat informasi mengenai hasil operasi perusahaan, baik itu pendapatan dan pengeluaran selama peride tertentu.
Laporan laba-rugi ini cukup penting keberadaannya, karena laporan ini dapat dijadikan alat untuk memprediksi arus kas dimasa mendatang, banyak pemekai laporan keuangan yang memakai laporan laba-rugi ini untuk memprediksi arus kas masa depan, seperti para investor dan kreditor. para investor dan kreditor perlu untuk memprediksi arus kas perusahaan masa depan sebelum mereka menyuntikkan dana mereka ke perusahaan tesebut, tentu saja para investor dan kreditor tidak mau menyuntikkan dana kepada perusahaan yang mereka nilai arus kas atau kenerjanya jelek dan mengandung resiko yang terlalu besar.

Bagaimana laporan laba-rugi dapat memprediksi arus kas masa depan perusahaan ??
Kita lihat bahwa ketika perusahaan mengalami kenaikan pendapatan yang konsisten, walaupun tidak signifikan tetapi konsisten dari tahun ke tahun, hal tersebut dapat dijadikan oleh investor dan kreditor sebagai keyakinan bahwa arus kas, pendapatan, dan juga laba adalah baik, lebih baik lagi jika naik walau tidak signifikan. Saya rasa, itulah salah satu harapan para investor dan kreditor dengan melihat laporan laba-rugi perusahaan.

Contoh laporan laba-rugi

Gak perlu basa-basi, langsung saja saya berikan contoh laporan laba-rugi. Dibawah ini adalah dua contoh laporan laba-rugi, laporan laba-rugi single step dan laporan laba-rugi multiple step

Diketahui bahwa Estelle Company memiliki data-data berikut ini :
  1. penjualan sebesar 5.000.000
  2. pendapatan sewa 2.500.000
  3. persediaan barang dagang awal, 1 januari 2012 sebesar 550.000
  4. persediaan barang dagang akhir, 31 desember 2012 sebesar 560.000
  5. pembelian 1.200.000
  6. pengeluaran untuk angkut dan transportasi- masuk 100.000
  7. pengeluaran untuk gaji dan komisi penjualan 350.000
  8. pengeluaran untuk iklan 70.000
  9. pengeluaran untuk angkut dan transportasi-keluar 80.000
  10. penyusutan peralatan penjualan 20.000
  11. pengeluaran untuk telepon 30.000
  12. pengeluaran untuk jasa hukum 100.000
  13. pengeluaran untuk asuransi 15.000
  14. penyusutan bangunan 20.000
  15. penyusutan peralatan kantor 10.000
  16. pajak penghasilan 100.000
Informasi tambahan
Terdapat diskon penjualan sebesar 20.000 dan diskon pembelian sebesar 14.000.
Contoh laporan laba-ruginya sebagai berikut :

Contoh laporan laba-rugi single step

Estelle Company
Laporan laba-rugi
Per 31 Desember 2012

Laporan laba rugi single step
Pendapatan
Penjualan bersih4.980.000
Pendapatan sewa2.500.000
Total pendapatan7.480.000
Beban
Harga pokok penjualan1.276.000
Beban penjualan550.000
Beban administrasi145.000
Beban pajak penghasilan100.000
Total beban2.071.000
Laba bersih5.409.000



Contoh laporan laba-rugi multiple step

Estelle Company
Laporan laba-rugi
Per 31 Desember 2012


Laporan laba rugi multiple step
Pendapatan penjualan
Penjualan5.000.000
Diskon penjualan20.000 (-)
Pendapatan penjualan bersih4.980.000
Harga pokok penjualan
Persediaan barang dagang awal550.000
Pembelian1.200.000
Diskon pembelian14.000 (-)
Pembelian bersih1.186.000
Biaya angkut-masuk100.000 (+)1.286.000 (+)
Barang tersedia untuk dijual1.836.000
Persediaan barang dagang akhir560.000 (-)
Harga pokok penjualan1.276.000 (-)
Laba kotor atas penjualan3.704.000
Beban operasi
Beban penjualan :
Gaji dan komisi penjualan350.000
Beban iklan70.000
Beban angkut-keluar80.000
Penyusutan peralatan penjualan20.000
Beban telepon30.000 (+)550.000
Beban administrasi :
Beban jasa hukum100.000
Beban asuransi15.000
Penyusutan bangunan20.000
Penyusutan peralatan kantor10.000 (+)145.000 (+)
695.000 (-)
Laba dari operasi3.009.000
Pendapatan dan keuntungan lainnya
Pendapatan sewa2.500.000 (+)
5.509.000
Beban dan kerugian lainnya
--(-)
Laba sebelum pajak penghasilan5.509.000
Pajak penghasilan100.000 (-)
Laba bersih5.409.000

Dari kedua contoh laporan laba-rugi diatas, dapat kita lihat bahwa laporan laba-rugi multiple step lebih rumit daripada single step, namun multiple step memberikan informasi yang lebih detail.

Yah seperti itulah gan, pengertian dan contoh laporan laba-rugi yang dapat saya sajikan, semoga bermanfaat gan. Oke, terimakasih...

Friday, July 5, 2013

Contoh Judul Skripsi Akuntansi

Contoh Judul Skripsi Akuntansi-Berikut akan saya bagi beberapa contoh judul skripsi akuntansi, yang menurut saya sendiri cukup bagus, saya rasa! mungkin sama temen temen bisa dijadikan inspirasi untuk mencari judul skripsi yang tepat untuk anda.
Oke, ini dia contoh judul skripsi akuntansinya :

Contoh judul skripsi akuntansi yang pertama
" PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 2012 "

Contoh judul skripsi akuntansi yang kedua
" PENGARUH PERTUMBUHAN LABA AKUNTANSI TERHADAP RETURN SAHAM-STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK "

Contoh judul skripsi akuntansi yang ketiga
" ANALISIS DISTRIBUSI PENDAPATAN DIPROVINSI XX PADA TAHUN XX "

Contoh judul skripsi akuntansi yang keempat
" ANALISIS KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN IPO PADA PERIODE XX-XX DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang kelima
 " ANALISIS ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM-STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang keenam
" OPTIMALISASI PORTOFOLIO PADA INDUSTRI MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN XX "

Contoh judul skripsi akuntansi yang ketujuh
" PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN-STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang kedelapan
" ANALISIS PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD PADA INDUSTRI XX YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang kesembilan
" ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG TIDAK MEMBAGIKAN DIVIDEN PADA TAHUN 2012 YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang kesepuluh
" EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PADA INDUSTRI PERBANKAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang kesebelas
" ANALISIS KINERJA KEUANGAN DI INDUSTRI PERBANKAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang keduabelas
" PENGARUH AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH-STUDI KASUS PADA PEMERINTAK KOTA XX "

Contoh judul skripsi akuntansi yang ke 13
" ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG MEMBAGIKAN DIVIDEN PADA TAHUN 2012 YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang 14
" PENGARUH PENERBITAN SAHAM TERHADAP TINGKAT LIKUIDITAS PERUSAHAAN-STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang 15
" PENGARUH HASIL AUDIT TERHADAP TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH-STUDI KASUS PADA PEMERINTAH PROVINSI XX "

Contoh judul skripsi akuntansi yang 16
" ANALISIS KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY YANG DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN XX "

Contoh judul skripsi akuntansi yang 17
" ANALISIS PERAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN TERHADAP PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH-STUDI KASUS PADA PEMERINTAH KOTA XX "

Contoh judul skripsi akuntansi yang 18
" ANALISIS TINGKAT LIKUIDITAS DAN TINGKAT SOLVABILITAS PADA INDUSTRI MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Contoh judul skripsi akuntansi yang 19
" REAKSI PASAR TERHADAP SISTEM PENGAWASAN PEMBIAYAAN - STUDI KASUS PADA INDUSTRI XX YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA "

Perhatian nih gan, mungkin contoh judul skripsi akuntansi yang saya sajikan diatas bisa saja salah dan tidak tepat, saya mohon maaf sekali untuk itu. Tap nanti jika agan ingin mengambil judul skripsi diatas saya sarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dosen pembimbing skripsinya untuk menguji kelayakan judul skripsi akuntansi tersebut untuk dijadikan sebuah judul skripsi anda. Semoga skripsi yang akan kalian buat sesuai dengan harapan dan tidak mengecewakan. Amien.
Untuk memberikan kritik, saran dan tambahan silahkan berkomentar. Terimakasih.

Saturday, June 22, 2013

Asersi Manajemen! 5 Kategori Asersi Laporan Keuangan Manajemen

asersi manajemen! 5 kategori asersi laporan keuangan manajemen-Dalam kesempatan yang baik ini, saya akan berbagi sebuah artikel yang berjudul Asersi Manajemen! 5 Kategori Asersi Laporan Keuangan Manajemen.
Dalam dunia pengauditan, saya yakin para auditor sudah tidak asing lagi dengan kata asersi manajemen, namanya saja auditor, sudah ahlinya, mungkin! tapi untuk para pembaca yang sedang belajar, tidak ada salahnya untuk membaca artikel saya kali ini. Kita sama sama belajar kok gan, saya juga bukan ahlinya.

Asersi Manajemen- Menurut saya, asersi manajemen adalah suatu penyajian atau pelaporan suatu akun oleh manajemen kedalam laporan keuangan, asersi manajemen sendiri terdiri atas asersi manajemen yang eksplisit (tersurat) dan asersi manajemen yang implisit (tersirat).
Ketika manajemen akan melaporkan atau menyajikan suatu akun kedalam laporan keuangan, maka manajemen akan membuat dua asersi, yaitu asersi eksplisit dan asersi implisit. untuk lebih jelasnya kita umpamakan bahwa didalam laporan keuangan suatu perusahaan disajikan bahwa terdapat hutang dagang sebesar Rp. 100.000, nah disini manajemen ketika akan menyajikan atau melaporkan hutang dagang tersebut , manajemen akan membuat asersi eksplisit, seperti, menghitung jumlah hutang dagang dengan benar, sebesar Rp. 100.000. Dan manajemen juga akan membuat asersi implisit, seperti, memang benar hutang dagang yang dilaporkan atau disajikan tersebut milik perusahaan
Berkaitan dengan asersi manajemen yang telah dijelaskan diatas, auditor untuk memahami jenis salah saji yang mungkin dapat terjadi didalam laporan keuangan perusahaan, auditor akan menggunakan lima kategori asersi laporan keuangan yang telah diakui oleh ASB (Auditing Standards Boards) dalam SAS 31, Evidential Matter (AU 326.03), sebagai berikut :
Kategori asersi laporan keuangan yang pertama adalah :
1. Keberadaan dan Keterjadian

Asersi ini meliputi aktiva yang memiliki bentuk fisik dan juga aktiva yang tidak memiliki bentuk fisik, aktiva yang memiliki bentuk fisik seperti persediaan, sedangkan aktiva yang tidak memiliki bentuk fisik seperti piutang. Untuk lebih jelasnya, saya ambil contoh diatas bahwa perusahaan memiliki hutang dagang sebesar Rp. 100.000, nah dari hutang dagang yang diklaim oleh perusahaan  tersebut, asersi keberadaan dan keterjadian ini berkaitan dengan apakah hutang tersebut memang ada pada tanggal tertentu dan apakah pencatatan atas hutang terjadi selama periode tertentu.

Kategori asersi laporan keuangan yang kedua adalah :
2. Kelengkapan

Untuk menjelaskan asersi ini, saya ambil lagi contoh sebelumnya bahwa perusahaan memiliki hutang dagang sebesar Rp. 100.000, asersi ini berkaitan dengan apakah hutang dagang tersebut sudah meliputi semua hutang dagang yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan.

Kategori asersi laporan keuangan yang ketiga adalah :
3. Hak dan Kewajiban

Saya ambil lagi contoh diatas bahwa perusahaan memiliki hutang dagang sebesar Rp. 100.000. Menurut analisis saya, dengan adanya hutang tersebut maka perusahaan memiliki hak penggunaan hutang dan memiliki kewajiban untuk membayar hutang dagang tersebut sebesar Rp.100.000.

Kategori asersi laporan keuangan yang keempat adalah :
4. Penilaian atau Alokasi

Dari contoh diatas, bahwa perusahaan memiliki hutang dagang sebesar Rp.100.000, asersi ini berkaitan dengan apakah hutang dagang sebesar Rp. 100.000 tersebut telah dicantumkan dengan jumlah yang benar atau tepat dadalam laporan keuangan.

Kategori asersi laporan keuangan yang terakhir adalah :
5. Penyajian dan Pengungkapan

Untuk menjelaskan asersi ini, sekali lagi saya ambil contoh diatas bahwa perusahaan memiliki hutang dagang sebesar Rp. 100.000, asersi penyajian dan pengungkapan ini berkaitan dengan penggolongan, pengungkapan, dan penguraian, oleh karena itu, ketika perusahaan mengklaim memiliki hutang dagang seperti yang dicontohkan, maka dalam laporan keuanganpun harus digolongkan sebagai hutang jangka pendek, berbeda jika dhutang dagang tersebut digolongkan sebagai hutang jangka panjang, maka akan terjadi salah saji.

Sekian gan artikel Asersi Manajemen! 5 Kategori Asersi Laporan Keuangan Manajemen yang dapat saya bagi kali ini. mohon maaf banget kalau ada kesalahan apapun, dan terimakasih atas segalanya.
Silahkan berkomentar jika ada kritik, saran, dan tambahan. sekali lagi terimakasih atas segalanya.

Tuesday, June 11, 2013

Pengertian Anggaran Sektor Publik! Fungsi, Prinsip, dan Jenis Anggaran Sektor Publik

Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah memberikan kesempatan kepada saya selaku pemilik blog ini untuk kembali berbagi ilmu kepada kalian kalian semuanya. Dalam artikel saya kali ini , saya akan berbagi kepada para pembaca artikel yang berjudul pengertian anggaran sektor publik! fungsi, prinsip, dan jenis anggaran sektor publik. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian semua....

Pengertian Anggaran Sektor Publik
Anggaran sektor publik adalah suatu rencana kerja yang dibuat dan digunakan oleh pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang dinyatakan dalam bentuk ukuran financial, yang memuat informasi mengenai pendapatan, belanja, aktivitas, dan pembiayaan, dalam satuan moneter.
Dari penjelasan saya diatas, yaitu dibuat dan digunakan oleh pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, ini menunjukkana bahwa yang namanya anggaran sektor publik memang khusus untuk pemerintah, dan menurut saya termasuk juga BUMN dan BUMD.

Fungsi Anggaran Sektor Publik
Sesuatu yang dibuat alangkah indahnya jika memiliki fungsi, tidak seperti hal hal lain yang tidak memiliki guna dan fungsi, anggaran sektor publik memiliki fungsi yang cukup baik, salah satunya adalah sebagai alat perencanaan, sebagai alat pengendalian, sebagai alat penilaian kinerja, dan lain lain.

Pentingnya Anggaran Sektor Publik
Adanya anggaran sektor publik merupakan hal yang sangat penting sekali, dibawah ini adalah alasan pentingnya harus dibuat anggaran sektor publik, salah satunya adalah sebagai berikut :
  1. Bentuk tanggungjawab pemerintah kepada rakyatnya
  2. Kebutuhan ataupun keperkuan masyarakat tidak terbatas, malah berkembang dan sumber daya terbatas, maka anggaran sangat dibutuhkan
  3. Alat untuk mengarahkan pembangunan, juga
  4. Untuk menaikkan tingkat kualitas hidup masyarakat
  5. Dan hal hal lainnya.
Prinsip Prinsip Anggaran Sektor Publik
Tidak main main, anggaran sektor publikpun memiliki prinsip, dibawah ini adalah beberapa hal yang menjadi prinsip anggaran sektor publik, salah satunya adalah sebagai berikut, yaitu :
  1. Publik harus mengetahuinya
  2. Jelas dan Akurat
  3. Komprehensif, dan juga
  4. Periodik
  5. Dan lain lain
Sebenarnya masih ada beberapa hal yang menjadi prinsup anggaran sektor publik, tapi mohon maaf ya jika saya tidak menyebutkannya.. hhehehe

Jenis Jenis Anggaran Sektor Publik
Secara garis besar anggaran sektor publik memiliki dua jenis, yaitu anggaran tradisional dan anggaran NPM (New Public Management )

Anggaran Tradisional
Anggaran tradisional bersifat line item serta incrementalism, anggaran berfokus pada pertanggungjawaban yang terpusat dan pengawasan yang terpusat, serta dalam hal besarnya penambahan atau pengurangan jumlah yang akan dianggarkan hanya menggunakan data tahun sebelumnya untuk menambah atau mengurangi jumlahnya tanpa ada kajian yang mendalam.
New Public Management
Jika anggaran tradisional berfokus pada berfokus pada pengawasan dan pertanggungjawaban yang terpusat, lain jika new public management, karena anggaran ini fokusnya pada kinerja organisasi. Dalam New Public Management telah berkembang beberapa pendekatan, seperti pemdekatan PPBS (Planning, programming & budgeting system ), ZBB ( Zero based budgeting ), dan teknik anggaran kinerja atau performance budgeting

Terimakasih atas perhatiannya. semoga bermanfaat. amien.