Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts
Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts

Sunday, September 15, 2013

Strategi dan Cara Mengembangkan Usaha

Strategi dan Cara Mengembangkan Usaha – Suatu usaha yang telah dikenal baik oleh banyak masyarakat dan menghasilkan laba yang sesuai dengan harapan adalah yang kita sebut dengan usaha yang telah berkembang, usaha yang seperti itulah yang ingin dicapai oleh semua pelaku usaha. Kita menyadari bahwa ketika kita telah berhasil dalam membangun/memulai suatu usaha baru, tantangan berikutnya adalah bagaimana strategi dan cara mengembangkan usaha yang kita miliki agar menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang kita harapkan. Yah, itulah yang akan saya uraikan dalam artikel saya kali ini, tentang strategi dan cara mengembangkan usaha!
Inti dan garis besar dari pengembangan usaha adalah pemasaran dan pemaksimalan laba, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam pemasaran dan pemaksimalan laba, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam upaya untuk mengembangkan usaha :

Strategi dan Cara Mengembangkan Usaha yang Pertama

Strategi dan cara yang pertama ini adalah dengan melakukan  pengolahan terhadap produk yang dimiliki, kita bisa melakukan inovasi terhadap produk agar berbeda dan terlihat lebih menarik dari produk yang lainnya, ataupun kita bisa melakukan perbaikan terhadap produk agar dapat bersaing dengan produk-produk lain. Inti dari strategi dan cara mengembangkan usaha yang pertama ini adalah produk yang kita miliki tidak boleh kalah dan harus bisa bersaing dengan produk lainnya.

Strategi dan Cara Mengembangkan Usaha yang Kedua
Strategi dan cara yang kedua ini adalah melakukan pengembangan dengan melakukan promosi/iklan secara konsisten, jika kita mengenalkan produk kita secara terus-menerus atau konsisten alhasil para konsumen tidak akan mudah melupakan merk pruduk yang kita tawarkan, dan diharapkan produk kita dapat menjadi pertimbangan para konsumen.

Strategi dan Cara Mengembangkan Usaha yang Ketiga
Strategi dan cara mengembangkan usaha yang ketiga adalah dengan memberikan harga yang terjangkau dan kompetitif, serta memberikan pelayanan yang maksimal terhadap konsumen/pelanggan. Jangan memberikan harga yang terlalu mahal, jangan terlalu rakus. Kita hanya perlu memastikan bahwa kita tidak mengalami kerugian, dan berikanlah pelayanan semaksimal mungkin kepada para konsumen maupun pelanggan agar mereka dapat menilai langsung keunggulan kinerja kita.

Strategi dan Cara Mengembangkan Usaha yang Keempat
Strategi dan cara yang keempat adalah mencoba menjalin hubungan yang harmonis kepada para pihak internal maupun eksternal perusahaan. Pihak eksternal dapat meliputi para distributor, pemasok, ataupun para pelanggan, sedangkan pihak internal seperti para karyawan. Bisa kita bayangkan jika hubungan kita dengan mereka tidak harmonis, apa bisa urusan kita dapat berjalan lancar yang ujung-ujungnya menyangkut urusan usaha kita, saya rasa tidak.

Strategi dan Cara Mengembangkan Usaha yang Kelima

Strategi dan cara mengembangkan usaha yang kelima adalah dengan berusaha keras, bersungguh-sungguh dan mau belajar. Ini yang harus kita lakukan jika ingin usaha yang telah kita rintis dengan susah payah dapat berkembang.

Dari kelima strategi dan cara mengembangkan usaha tersebut, tidak lupa pula kita juga harus mendekatkan diri kepada sang Pencipta dan berdoa. Berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah adalah kunci dari semuanya yang tentu saja harus dibarengi dengan strategi dan cara-cara diatas, dan mungkin bisa juga ditambah dengan strategi dan cara mengembangkan usaha yang lainnya yang menurut anda memungkinkan untuk dilakukan. Jika semua hal telah dilakukan dengan sekuat tenaga dan sungguh-sungguh, semoga upaya tersebut dapat mendatangkan hasil seperti yang diharapkan, dan semoga artikel saya diatas dapat bermanfaat.

Tuesday, July 30, 2013

Studi dan Analisis Kelayakan Usaha

Studi dan Analisis kelayakan usaha - Dalam memulai usaha, setidaknya kita harus memperhatikan beberapa hal, salah satunya adalah analisis kelayakan usaha, dalam melakukan analisis kelayakan usaha kita akan melakukan pengujian terhadap usaha yang akan didirikan, yang bertujuan untuk mengetahui apakah usaha yang akan didirikan tersebut memang pantas atau layak untuk didirikan. Ya, layak atau tidak ? itulah salah satu pertanyaan ketika ingin memulai usaha, kita tidak maukan usaha yang telah kita dirikan dengan sekuat tenaga ternyata tidak sesuai dengan harapan kita karena usaha tersebut sebenarnya tidak layak untuk didirikan, untuk itulah analisis kelayakan usaha ini sangat penting untuk dilakukan saya rasa. Dalam melakukan analisis kelayakan usaha, kita akan melakukan pengujian terhadap beberapa hal, pengujian tersebut akan dilakukan terhadap biaya investasi, biaya modal kerja, dan pengujian terhadap prediksi kas masuk, serta sebagai tambahan kita juga dapat untuk mengetahui payback periodenya, jika nanti hasil dari pengujian pengujian tersebut dirasa layak untuk dilakukan, maka kita dapat mendirikan usaha yang telah direncanakan tersebut.

Biaya Investasi
Apa yang dimaksud dengan biaya investasi ? Biaya investasi merupakan biaya yang dibutuhkan untuk membiayai pendirian usaha hingga usaha tersebut benar-benar dapat berdiri, contoh nih, misalkan kita akan mendirikan sebuah usaha warung bakso, yang dimaksud dengan biaya investasi disini seperti biaya bangunan, biaya untuk membeli meja dan kursi, biaya untuk membeli kompor, biaya panci, dan biaya-biaya lainnya yang relatif tahan lama ( tidak sekali pakai).

Biaya Modal Kerja
Biaya modal kerja dan biaya investasi tentu saja berbeda, jika biaya investasi merupakan biaya yang dibutuhkan untuk pendirian usaha seperti yang telah saya sebutkan diatas, lain jika biaya modal kerja, biaya modal kerja sendiri merupakan biaya yang dibutuhkan untuk membiayai operasi usaha yang didirikan hingga usaha tersebut benar-benar dapat beroperasi, contoh nih, kita ambil contoh sebelumnya bahwa kita akan mendirikan usaha warung bakso, yang dimaksud dengan biaya modal kerja disini seperti biaya daging sapi untuk membuat baksonya, merica dan sebagainya untuk bumbu, bakmi, gula, dan biaya-biaya lainnya yang relatif sekali pakai.

Prediksi Kas Masuk
Setelah kita menganalisis biaya investasi yang dibutuhkan dan biaya modal kerja yang dibutuhkan, selanjutnya kita perlu menganalisis prediksi kas masuknya untuk mengetahui apakah usaha yang akan dijalankan akan mengalami keuntungan atau malah mengalami kerugian. Sederhana saja, yang perlu kita lakukan untuk pengujian prediksi kas masuk ini kita hanya perlu menghitung semua biaya dalam satu bulan, atau satu minggu, atau bisa juga dalam satu hari, setelah itu kita juga harus menghitung pendapatan yang diperoleh dalam satu bulan, atau satu minggu, atau dalam satu hari, kemudian pendapatan yang diperoleh tersebut kita kurangkan dengan dengan semua biaya yang telah terjadi.


Sedangkan untuk mengetahui payback periodenya, kita hanya perlu membagi total biaya investasi yang dibutuhkan dengan laba bersih yang dapat kita peroleh dengan melihat dari hasil pengujian prediksi kas masuk tersebut.
Namun, yang juga perlu diperhatikan selain point-point studi dan analisis kelayakan usaha diatas, sebagai seorang muslim saya mengingatkan untuk menganalisis kelayakan usaha dari segi islam juga, apakah usaha yang akan didirikan tersebut mematuhi hukum-hukum islam, halal atau haram ? Yah, itulah sekedar pengingatan dari saya yang juga seorang muslim, semoga dapat digunakan sebagai pertimbangan pula dalam menganalisis kelayakan usaha.

Terimakasih anda telah membaca artikel saya tentang studi dan analisis kelayakan usaha.

DOWNLOAD CONTOH STUDI DAN ANALISIS KELAYAKAN USAHA

Wednesday, July 17, 2013

Cara Mendapatkan Modal Usaha ! Cara Memperoleh Modal Usaha

Cara Mendapatkan Modal Usaha ! Cara Memperoleh Modal Usaha- Ketika seseorang ingin mendirikan usaha lazimnya orang tersebut akan membutuhkan sebuah modal, baik itu modal uang, modal tenaga, ataupun modal waktu, dalam artikel saya kali ini saya akan berbagi bagaimana cara mendapatkan modal usaha.
Ada beberapa cara memperoleh modal usaha, diantarannya adalah sebagai berikut :
Cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha yang pertama adalah :
1. Modal dari tabungan

cara mendapatkan modal yang satu ini mungkin cara yang paling mudah dilakukan, tapi mungkin juga yang paling sulit dilakukan, mudah dilakukan ketika seseorang itu memang memiliki tabungan, tak perlu cari modal usaha sana sini, tinggal ambil dari tabungan saja, tapi itu juga memiliki resiko, bisa diperhatikan ketika seseorang merasa mudah untuk mendapatkan modal usaha dari tabungan sendiri, kemungkinan akan cenderung tidak takut akan kehilangan dan merasa tidak memiliki tanggung jawab terhadap modal tersebut, berbeda dengan orang yang memperoleh modal usaha bukan dari tabungannya sendiri, mungkin orang tersebut akan merasa lebih takut kehilangan dan merasa memiliki tanggung jawab terhadap modal yang diperoleh tersebut, karena dia ingin memanfaatkan modal yang ada semaksimal mungkin.

Cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha yang kedua adalah :
2. Hutang berbasis syariah

Cara mendapatkan modal dengan hutang berbasiskan syariah ini tidak harus mencari investornya dipasar modal, cukup dengan mencari hutang kepada orang-orang terdekat saja, bisa kepada temen, kepada orang tua, atau bisa juga kepada saudara-saudara, dan tentu saja kita tidak boleh lupa untuk mengembalikan hutang tersebut beserta keuntungannya kepada pihak yang memberikan pinjaman tersebut, tentu saja menggunakan metode syariah. Kenapa harus syariah ? ya, sebagai seorang muslim kita harus memisahkan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang boleh dan mana yang dilarangkan gan...

Cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha yang ketiga adalah :
3. Modal dari saham

Cara mendapatkan modal melalui saham ini juga tidak harus melalui pasar modal, kita bisa kok memanfaatkan orang-oarang yang ada disekitar kita, seperti temen, saudara, atau orang tua, kita bisa menawari mereka untuk berinvestasi diusaha yang akan kita dirikan dengan persentase kepemilikan dan keuntungan tergantung dengan modal yang disetor kepada kita.
Contoh, untuk mendirikan usaha, anda memerlukan modal sebesar Rp. 1.000.000, tapi anda hanya memiliki modal sebesar Rp. 500.000, kemudian anda menawarkan kepada 5 temen anda untuk berinvestasi di usaha yang akan didirikan, kelima temen anda semuanya sepakat untuk berinvestasi dengan menyetor uang sebesar Rp. 100.000 untuk masing-masing orang, nah disini anda memiliki persentase kepemilikan dan keuntungan sebesar 50%, sedangkan temen-temen anda masing-masing memiliki persentase kepemilikan dan keuntungan sebesar 10%

500.000        x 100% = 50%

1.000.000
100.000        x 100% = 10%

1.000.000 

Cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha yang keempat adalah :
4. Modal dari pinjaman

cara mendapatkan modal usaha dari pinjaman yang saya maksud ini hampir sama dengan cara memperoleh modal usaha dari hutang bersasis syariah, tapi cara mendapatkan modal usaha ini bukan dari temen, saudara, ataupun dari orang tua, melainkan dari bank, kalau saya pribadi nih gan, kalau harus meminjam uang dibank, kemungkinan besar saya akan meminjam dari bank syariah, kenapa ? ya, seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa sebagai seorang muslim, kita harus membedakan mana yang salah dan mana yang benar serta mana yang boleh dan mana yang dilarang.
Seperti yang saya ketahui jika kita meminjam uang di bank konvensional terdapat unsur ribanya dan itu dilarang, sedangkan di bank syariah insyaALLAH sudah sesuai dengan hukum atau aturan islam. Sedikit pembahasan mengenai agama, sebagai pengingat untuk umat islam.

Dari 4 cara mendapatkan modal usaha atau cara memperoleh modal usaha diatas semoga dapat bermanfaat untuk kita semua, jika ada tambahan, kritik atau saran silahkan memberikan komentar. mohon maaf untuk semua kesalahan dan kebodohan saya. Terimakasih.

Tuesday, July 16, 2013

Cara Memulai Usaha : Cara Mendirikan atau Cara Merintis Usaha Dari Nol

Cara memulai usaha : cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha dari nol-Memiliki usaha, siapa yang gak mau memiliki usaha, saya sendiri sangat mau untuk memiliki usaha, apa lagi kalau usahanya sangat menjanjikan dan sangat menguntungkan. Saya rasa banyak diantara orang-orang jaman sekarang yang ingin memiliki usaha, menjadi bos, bebas berkreasi, mengatur orang ! Tapi, saya rasa tidak mudah juga untuk memulai usaha, kalau dipikir pikir jika hanya berangan-angan, berkhayal, menyimpan ide semua dipikiran, tetapi tidak melakukan apa-apa, Semua itu apa gunanya? Mungkin penyebab para sobat pembaca tidak melakukan apa-apa adalah karena bingung, bingung apa yang harus dilakukan, bingung bagaimana melakukannya.
Oleh karena itu, saya ingin berbagi kepada para sobat pembaca cara memulai usaha, walaupun saya sendiri belum memiliki usaha, tapi saya akan tetap membagi artikel mengenai cara memulai usaha ini karena artikel ini cukup potensial dan juga karena saya rasa apa yang akan saya bagi adalah cara memulai usaha atau cara mendirikan usaha yang paling logis untuk dilakukan. Oke berikut ini adalah beberapa cara untuk memulai usaha :

Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang pertama adalah :
1. Menentukan produk

Dalam menemtukan produk, kita dapat melihat berdasarkan tiga hal, yang pertama adalah berdasarkan keahlian kita, menemtukan produk berdasarkan keahlian kita, kita melihat apa yang dapat kita buat, apakah kita ahli masak, atau kita dapat membuat kerajinan atau jasa, nah keahlian kita itulah yang kita jadikan produk. Yang kedua adalah menentukan produk berdasarkan trend, bertdasarkan trend ini kita menentukan produk dengan melihat apa yang sedang digemari oleh masyarakat, misalkan saja masyarakat diindonesia sedang gemar dengan makanan pedas, nah dari situ kita dapat ikut serta dalam usaha makanan pedas tersebut, kita belajar membuat makanan pedas, kita bersaing. Dan cara menentukan produk yang ketiga adalah menentukan produk berdasarkan peluang, menentukan produk berdasarkan peluang ini kita melihat peluang apa yang ada yang dapat kita manfaatkan untuk dijadikan produk, setelah kita menemukan peluang usaha, kita manfaatkan peluang itu, kita jadikan peluang tersebut sebagai usaha kita.


Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang kedua adalah :
2. Menentukan target pasar

Cara memulai usaha atau cara mendirikan usaha yang kedua ini, kita harus menentukan sasaran pasar yang kita tuju, menentukan kepada siapa produk kita akan dijual, apakah akan dijual kepada kalangan atas, kalangan menengah atau kalangan bawah, jika kita akan menjual produk kita kepada kalangan bawah maka kita sesuaikan dengan kebutuhan atau daya beli kalangan bawah, saya rasa tidak mungkin jika kita memproduksi barang mewah tetapi kita memasarkannya kepada kalangan bawah. Atau kita menentukan target pasar kita berdasarkan umur, apakah kita akan menjual produk kita kepada anak-anak, atau kepada remaja, orang dewasa, atau kepada orang tua, kita harus sesuaikan produk kita dengan kebutuhan mereka.


Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang ketiga adalah :
3. Menguji kelayakan usaha

Dalam menguji kelayakan usaha yang akan kita dirikan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu biaya investasi, biaya modal kerja, dan prediksi kas masuk. Misalkan saja kita akan mendirikan usaha warung bakso, disini biaya investasi meliputi berapa biaya yang dibutuhkan sampai warung bakso tersebut berdiri ( biaya bangunan, meja, kursi, dan lainya yang relatif tahan lama), untuk biaya modal kerja, kita menghitung berapa yang dibutuhkan dalam suatu waktu untuk warung bakso tersebut dapat beroperasi (biaya bahan baku bakso, gula, dan lainnya yang sekali habis), sedangkan untuk prediksi kas masuk kita menghitung laba yang kita peroleh dalam suatu waktu. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini

Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang keempat adalah :
4. Struktur manajemen

Cara memulai usaha atau cara mendirikan usaha yang keempat ini kita menentukan struktur manajemen dalam usaha kita, apakah kita akan menggunakan manajemen sederhana atau kita menggunakan menejemen yang cukup rumit. Manajemen sederhana, yaitu hanya ada kita sebagai bos dan karyawan sebagai anak buah yang membuat produk, tidak ada manajemen pemasaran, manajemen operasi, dan manajemen lainnya selai kita sendiri, sedangkan manajemen yang cukup rumit, selain kita sebagai bos dan karyawan sebagai anak buah yang membuat produk, kita harus membuat manajemen-manajemen lainnya, seperti manajemen keuangan. operasi atau pemasaran, dan setiap manajemen tersebut memerlukan lagi beberapa karyawan.

Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang kelima adalah:
5. Modal

Mungkin modal menjadi sebuah hambatan untuk memulai atau mendirikan usaha, bagi saya sendiri modal juga merupakan sebuah hambatan untuk memulai usaha. Bisa kita bayangkan jika memulai usaha tanpa modal sama sekali, apa bisa ?
Saya rasa dalam memulai usahasebuah modal tidak hanya sebatas pada uang, tapi juga tenaga dan waktu, kalau modal tenaga dan waktu ini, saya rasa akan terasa mudah jika kita memiliki keinginan yang besar dan kuat, sedangkan modal uang tidak sesimpel itu saya rasa. Modal uang dapat diperoleh melalui beberapa cara, yaitu dari tabungan sendiri, saham, obligasi, dan lainnya. untuk menjelaskan ini lebih lanjut, silahkan anda kunjungi disini

Cara memulai usaha/cara mendirikan usaha atau cara merintis usaha yang keenam adalah :
 6. Bentuk usaha

Kita dapat menentukan bentuk usaha sesuai dengan yang kita inginkan, apakah kita ingin bentuk usaha perorangan, atau PT, atau CV, ataupun bentuk usaha lainnya yang mungkin dapat kita lakukan.

Dari 6 cara memulai usaha atau cara mendirikan usaha yang telah saya sebutkan diatas, saya mengasumsikan bahwa usaha yang akan kita mulai adalah usaha yang dimulai dari nol, selain mulai usaha dari nol sebenarnya kita juga dapat memulai usah dengan membeli perusahaan lain atau kita juga dapat melakukan waralab, tapi saya rasa itu relatif membutuhkan uang yang lebih banyak daripada memulai usaha atau mendirikan usaha mulai dari nol.

Oke gan, saya rasa cukup untuk artikel kali ini, jika ada kesalahan saya sungguh minta maaf, dan semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terimakasih.

Sunday, May 26, 2013

Definisi kewirausahaan!manfaat dan ciri kewirausahaan

Definisi kewirausahaan!manfaat dan ciri kewirausahaan
Definisi kewirausahaan
Apa sih kewirausahaan itu ? mungkin kata kewirausahaan itu sering kita dengar, sudah tak asing lagi ditelinga kita. Secara singkat dan berbobot dalam artikel saya kali ini saya akan berbagi mengenai pengertian/definisi kewirausahaan! ciri dan manfaat kewirausahaan.
Oke, pertama langsung saja pada pengertian/definisi kewirausahaan, kewirausahaan adalah kemampuan untuk mengembangkan ide dan cara baru dalam menghadapi/memecahkan permasalahan serta kemampuan untuk mendeteksi dan menemukan sebuah peluang yang kemudian dapat diterapkannya hal-hal tersebut untuk menuju kesuksesannya.

Ciri Kewirausahaan 
Secara umum terdapat beberapa ciri kewirausahaan, diantaranya sebagai berikut :
  1. Berani melangkah ( tidak takut menghadapi resiko yang ada )
  2. Jiwa kepemimpinan yang kuat
  3. Memiliki tanggung jawab
  4. Komitmen
  5. Senantiasa mencari peluang
  6. Pandangan fokus kedepan ( memikirkan masa depan )
  7. Kreatif dan inovatif
  8. Dll
Memang cukup banyak ya kalau kita bicara mengenai ciri kewirausahaan, secara umum seperti yang telah disebutkan diatas, mungkin oleh temen-temen dapat dijadikan sebuah pandangan untuk menjabarkan sendiri bagaimana secara umum ciri kewirausahaan itu. Namun jika kita bicara mengenai ciri khusus kewirausahaan, ini akan cukup sulit untuk dijabarkan karena kewirausahaan dalam prakteknya melakukan usaha tergantung juga dengan pelaku usaha, apakah dia seperti yang kita kira bahwa harus kreatif, inovatif, komitmen atau apapun itu, dan jangan lupa bahwa adanya faktor keberuntungan juga disini atau kemanjuran doa seseorang,, hhahahha. Tapi pada intinya seperti itulah ciri kewirausahaan.

Manfaat Kewirausahaan
Ada beberapa manfaat kewirausahaan, salah satunya sebagai berikut :
  1. Menurunkan angka pengangguran
  2. Memperkuat perekonomian nasional
  3. Pendistribusian pendapatan nasional
  4. Kesejahteraan masyarakat
  5. Menurunkan beban negara
  6. Dll

Baca juga bagaimana cara memulai usaha dan cara memperoleh modal usaha.