Showing posts with label Saham. Show all posts
Showing posts with label Saham. Show all posts

Tuesday, October 1, 2013

Pengertian Dividen dan Jenis-Jenis Dividen

Pengertian Dividen dan Jenis-Jenis Dividen – Tujuan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan para investor dengan diterbitkannya saham oleh perusahaan. Perusahaan mendapatkan keuntungan dari modal hasil penerbitan saham, sedangkan investor mendapat keuntungan  (salah satunya) dari dividen. “Dividen” apa itu? Berikut ini adalah pengertian dividen beserta jenis-jenis dividen.

Pengertian Dividen
Dividen adalah hasil yang diperoleh oleh pemegang saham atas penyertaan modal (saham yang dimilikinya) di dalam suatu perusahaan yang menerbitkan saham. Dividen dapat dimiliki perorangan ataupun dimiliki oleh badan, seseorang atau badan yang memiliki saham di suatu perusahaan berhak memperoleh dividen, baik itu dividen dari saham biasa maupun dividen dari saham preferen sesuai dengan ketentuan yang ada. Dalam pembagian dividen oleh perusahaan, haruslah melalui pertimbangan yang matang seperti (1) pertimbangan kondisi keuangan, dan (2) pertimbangan legalitas.
Pertimbangan kondisi keuangan, ketika perusahaan akan melakukan pembagian dividen, kondisi keuangan perusahaan haruslah memungkinkan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham.
Pertimbangan legalitas, dalam membagikan dividen kepada para pemegang saham, perusahaan harus memperhatikan hukum yang berlaku di tempat dimana perusahaan itu berdiri, pembagian dividen harus sesuai dengan hukum yang berlaku di wilayah perusahaan itu berdiri.

Jenis-Jenis Dividen
Dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dapat berupa beberapa bentuk, setiap bentuk dividen tersebut menyebabkan munculnya beberapa jenis dividen yang berbeda-beda. Ada lima jenis dividen, yaitu :
  1. Dividen Tunai, dividen yang dibagikan dalam bentuk tunai
  2. Dividen Skrip, dividen yang dibagikan dalam bentuk wesel bayar
  3. Dividen Properti, dividen yang dibagikan dapat dalam bentuk investasi ataupun bentuk lainnya, bentuk investasi dapat berupa saham
  4. Dividen Saham, dividen yang dibagikan dalam bentuk saham, perbedaan antara dividen properti yang berupa saham dan dividen saham akan dijelaskan dibagian bawah artikel
  5. Dividen Likuidasi, dividen yang dibagikan dengan menggunakan modal yang telah disetor oleh para pemegang saham, dengan kata lain perusahaan hanya melakukan pengembalian atas investasi yang dilakukan oleh pemegang saham, hal ini bisa dilakukan ketika suatu perusahaan akan dibubarkan.

Penjelasan : Perbedaan antara dividen properti yang berupa saham dan dividen saham, Dapat disebut sebagai dividen properti (yang berupa saham) ketika dividen yang dibagikan tersebut berasal dari saham perusahan lain yang dimiliki oleh perusahaan yang akan membagikan dividen, dan dapat disebut sebagai dividen saham ketika dividen yang dibagikan tersebut berasal dari perusahaan yang membagi dividen tersebut, dengan kata lain dapat disebut sebagai dividen saham jika suatu perusahaan membagikan dividen dengan menerbitkan saham baru kepada para pemegang saham.

Monday, September 23, 2013

Pengertian Saham dan Jenis-Jenis Saham

Pengertian Saham dan Jenis-Jenis Saham – Perusahaan yang membutuhkan modal sering kali menerbitkan saham untuk memenuhi kebutuhan modal yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Dengan menerbitkan saham, perusahaan akan mendapatkan modal dalam waktu yang relatif singkat (cepat), berbeda jika perusahaan mencari modal dengan penyisihkan laba yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan, saya kira hal tersebut akan memakan waktu yang cukup lama.

Pengertian Saham
Saham merupakan suatu tanda atau bukti kepemilikan seseorang/badan atas perusahaan yang menerbitkan saham. Dengan menyertakan sejumlah modal ke dalam suatu perusahaan, seseorang/badan berhak mengklaim kepemilikan di suatu perusahaan dan memiliki hak untuk menerima dividen. Persentase kepemilikan dan dividen yang diperoleh seseorang/badan di suatu perusahaan tergantung dengan persentase saham yang dimilikinya. Misalkan, Bapak Budi memiliki saham PT XYZ sebanyak 10.000 lembar, 10.000 lembar tersebut merupakan 10% dari total saham PT XYZ yang beredar, dengan memiliki 10% saham tersebut Bapak Budi memiliki hak atas klaim kepemilikan PT XYZ sebesar 10%, dan berhak menerima 10% dividen dari total dividen yang dibagikan.

Jenis-Jenis Saham

Jenis saham berdasarkan cara peralihan hak
Jenis saham ini ada dua, yaitu saham atas unjuk dan saham atas nama. Saham atas unjuk ( bearer stocks) adalah saham yang sangat mudah untuk dipindah tangankan, nama dari pemilik saham ini tidak tercantum dilembar saham, jadi sangat mudah untuk berpindah tangan (diperjual belikan). Sedangkan untuk saham atas nama merupakan kebalikan dari saham atas unjuk, yaitu nama dari pemilik saham akan tercantum dilembar saham dan akan tercatat di perusahaan penerbit saham.

Jenis saham berdasarkan klaim
Ada dua jenis saham, yaitu saham biasa dan saham preferen.
1.Saham biasa

Saham biasa tidak memiliki keutamaan dalam pembagian dividen, namun pemegang saham biasa dapat memberikan suaranya dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

2. Saham preferen

Saham preferen memiliki keutamaan dalam pembagian dividen, namun tidak bisa memberikan suaranya dalam RUPS. Selain itu pemegang saham preferen akan mendapat keutamaan atas aktiva jika terjadi likuidasi, dan saham ini dapat ditukar dengan saham biasa, serta masih ada lagi kelebihan lainnya dibandingkan dengan saham biasa.
Sifat saham preferen
  1. Kumulatif, jika dividen periode sebelumnya tidak bisa dibagikan, maka dividen tersebut dapat ditambahkan ke periode selanjutnya
  2. Partisipatif , mendapatkan tambahan dividen jika target perusahaan tercapai
  3. Konvertibel, dapat ditukar dengan saham biasa
  4. Dapat ditarik pada opsi saham.
Selain jenis-jenis saham yang telah disebutkan diatas, ada satu istilah untuk saham yaitu saham treasury.

Terimakasih atas kunjungannya, dan mohon maaf jika ada kesalahan dan kekeliruan apapun. Semoga postingan saya yang berjudul Pengertian Saham dan Jenis-Jenis Saham ini dapat bermanfaat untuk anda.

Thursday, May 9, 2013

Saham Treasury

Saham treasury adalah saham yang dibeli oleh perusahaan penerbitnya sendiri, jadi ketika perusahaan menerbitkan saham lalu suatu ketika perusahaan membeli saham tersebut, maka saham yang dibeli itulah saham treasury. Seperti yang kita tahu bahwa investor yang membeli saham atau memiliki saham berhak memberikan suara dalam RUPS, menerima dividen, dst, lain jika yang membeli sahamnya sendiri, jika perusahaan membeli sahamnya sendiri, perusahaan tidak berhak memberikan suara, menerima dividen, dan hal-hal lain layaknya para investor pada umumnya. Alasan kenapa perusahaan membeli kembalai sahamnya salah satunya karena sebagai berikut :

1. Untuk memperkecil pajak

Para investor akan membayar pajak yang lebih kecil dengan menerima kas dalam pembelian kembali daripada saat para pemegang saham menerima dividen tunai.

2. Untuk meningkatkan laba per saham dan pengembalian atas ekuitas
3. Mengurangi jumlah pemegang saham

Dengan mengurangi jumlah pemegang saham maka klaim kepemilikan atas perusahaan akan berkurang dan mengurangi pengaruh dari pihak-pihak luar perusahaan.

4.Membentuk pasar bagi saham

Pembelian kembali saham dapat menstabilkan harga saham dibursa efek dan juga dapat pula menaikkan harga saham karena ketika jumlah saham yang beredar berkurang maka permintaan akan naik.

Selain perusahaan dapat membeli kembali sahamnya yang beredar, perusahaan juga dapat menjualnya kembali.
Contoh :
2.000.000 lembar saham dengan nilai pari 1.000 per saham pada awalnya diterbitkan dengan harga 1.400 per lembar saham. kemudian perusahaan membeli kembali sahamnya yang beredar sebanyak 10.000 lembar dengan harga 1.500 per lembar, lalu perusahaan menjual kembali saham tersebut secara sebagian-sebagian sebagai berikut
1.000 lembar dijual dengan harga 1.700 per lembar saham
1.000 lembar dijual dengan harga 1.400 per lembar saham
1.000 lembar dijual dengan harga 1.300 perlembar saham

Ayat jurnalnya sebagau berikut :

Saat pembelian kembali
  Saham Treasury                                                                              15.000.000
          Kas                                                                                                 15.000.000
(1.500 x 10.000 )

Saat penjualan kembali
Penjualan pertama
  Kas                                                                                                 1.700.000
        Saham Treasury                                                                                 1.500.000
        Modal disetor dari sahan treasury                                                        200.000
(1.000 x 1.700 )
(1.000 x 1.500)
( 1.700.000 - 1.500.00 )

Penjualan kedua
  Kas                                                                                                   1.400.000
  Modal disetor dari saham treasury                                                       100.000
         Saham Treasury                                                                                  1.500.000
( 1.000 x 1.400 )
( 1.500 x 1000 )
( 1.500.000 - 1.400.000)

Penjualan Ketiga
  Kas                                                                                                     1.300.000
  Modal disetor dari saham treasury                                                         100.000
  Laba ditahan                                                                                         1.00.000
      Saham Treasury                                                                                     1.500.000
( 1.000 x 1.300 )
( 1.000 x 1.500 )

Bisa kita perhatikan bahwa pada jurnal pembelian mungkin sudah jelas, akan tetapi pada jurnal penjualan ketiganya berbeda, ini karena, yang pertama pada penjualan pertama dilakukan dengan harga 1.700 diatas harga pokok sebesar 1.500, maka jurnalnya seperti yang diatas. yang kedua, pada penjualan kedua harga saham dibawah harga pokok, sedangkan yang ketiga, sama dengan penjualan kedua, namun karena modal disetor dari saham trearury penjualan pertama sebanyak 200.000 telah dialokasikan ke modal disetor saham treasury sebanyak 100.000, maka hanya tinggal 100.000, setelah itu kemudian dialokasikan ke penjualan ketiga sebanyak 100.000, karena pada penjualan ketiga masih ada kekurangan 100.000, maka diambilkan dari laba ditahan

Lihat juga penerbitan saham

Monday, May 6, 2013

Penerbitan Saham

Penerbitan Saham
Saham merupakan tanda sebuah kepemilikan perusahaan atas penyetoran kekayaan atau uang oleh investor kepada perusahaan penerbitnya, jadi ketika seorang investor membeli atau memiliki saham perusahaan sebesar 30% maka investor tersebut berhak mengklaim atas kepemilikannya sebesar 30% atas perusahaan tersebut. Saham, dalam penerbitannyapun dapat dilakukan dengan berbagai cara penerbitan saham, sebagai berikut :

1. Penerbitan Saham dengan nilai pari

Sebagai contoh, Penerbitan saham 200 lembar saham biasa pada nilai pari Rp. 5 per lembar  pada harga Rp. 2000, untuk ayat jurnalnya adalah :
          Kas                                                    2.000
               Saham Biasa                                       1.000
               Agio saham Biasa                                1.000

2. Penerbitan Saham tanpa nilai pari

Sebagai contoh, Penerbitan saham 2.000 lembar saham biasa pada harga Rp. 10 per lembar saham. Ayat jurnalnya :
          Kas                                                     20.000
              Saham Biasa-tanpa nilai pari                   20.000

3.Penerbitan Saham yang dijual atas dasar pesanan

Selain dijual secara tunai, kadangkala penerbitan saham juga dapat dilakukan secara pesanan, biasanya ini dilakukan oleh perusahaan yang baru saja masuk dibursa pasar modal atau go public.
Sebagai contoh, PT ABC menawarkan saham pesanan ke para investor  untuk membeli 1.000 lembar saham dengan nilai pari 20 pada harga Rp. 50. sebanyak 100 investor tertarik untuk memesan dengan membayar uang muka 70% dan 30% sisanya pada akhir bulan keenam
Ayat jurnalnya :
pada tanggal penerbitan saham

          Piutang Pesana (1.000 x 50 x 100 )                                     5.000.000
                 Saham Biasa yang dipesan ( 1.000 x 20 x 100 )                 2.000.000
                Agio Saham Biasa ( 5.000.000 - 2.000.000)                      3.000.000
           ( untuk mencatat penerimaan pesanan penerbitan saham )

          Kas                                                                                     3.500.000
               Piutang Pesanan                                                                  3.500.000
          ( 5.000.000 x 70% )
          ( untuk mencatat penerimaan angsuran pertama 70% )

Pencatatan pada enam bulan kemudian

          Kas                                                                                     1.500.000
               Piutang Pesanan                                                                   1.500.000
          ( 5.000.000 x 30% )
          ( untuk mencatat penerimaan angsuran kedua 30% )

          Saham Biasa yang dipesan                                                     2.000.000
               Saham Biasa                                                                          2.000.000

4. Penerbitan Saham yang diterbitkan secara lumpsum

Penerbitan saham secara lumpsum adalah penerbitan saham yang pembayarannya dilakukan secara tunggal atau sekaligus atas dua atau lebih sekuritas yang diterbitkan.
Sebagai contoh, Penerbitan saham 500 lembar saham biasa, nilai pari 10, nilai pasar 20, dan 200 lembar saham preferen, nilai pari 40, nilai pasar 80. keduanya secara lumpsum sebesar Rp. 15.000.
Penyelesaiannya sebagai berikut menggunakan metode proporsional :

Saham biasa  500 x 20     = 10.000
Saham preferen 200 x 80 = 16.000
                                           26.000

Alokasi ke saham biasa      (10.000/26.000) x 15.000 = 5.769
Alokasi ke saham preferen (16.000/26.000) x 15.000 = 9.231

Ayat jurnalnya
          Kas                                                               15.000
               Saham Biasa                                                   5.000
              Agio Saham Biasa                                             769
              Saham Preferen                                                8.000
              Agio Saham Preferen                                       1.231

5.Penerbitan Saham yang diterbitkan dalam transaksi nonkas

Sebagai contoh, Penerbitan saham sebanyak 1.000 lembar saham biasa, nilai pari 10 untuk sebuah bidang tanah dengan harga 15.000
Ayat jurnalnya :
          Tanah                                                              15.000
                Saham Biasa                                                   10.000
                Agio Saham Biasa                                            5.000


lihat juga artikel mengenai saham treasury

Laba Per Saham Dipengaruhi Obligasi Konvertibel

Laba Per Saham Dipengaruhi Obligasi Konvertibel
Misalkan perusahaan anda memiliki laba bersih Rp. 600.000 pada tahun berjalan dan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar sebanyak 150.000, maka laba per saham perusahaan adalah Rp. 4. Namun, anda juga memiliki 2 obligasi konvertibel, yang pertama obligasi konvertibel 6% sebesar 300.000 pada tahun sebelumnya, obligasi ini dapat dikonversi (ditukar) menjadi 30.00 lembar saham biasa, yang kedua obligasi konvertibel 8% sebesar 800.000 pada tanggal 1 bulan maret tahun yang berjalan serta dapat dikonversi menjadi 60.000 lembar saham biasa, dari dua obligasi tersebut dikenai pajak 25%
Penyelesaiannya sebagai berikut :

Laba bersih tahun berjalan                                                    600.000
    Obligasi konvertibel 6%                                                    13.500
    Obligasi konvertibel 8%                                                    40.000
Penyesuaian laba bersih                                                        653.500

keterangan
(300.000 x 6%)= 18.000                                   (800.000 x (10/12) 8% )= 53.333
18.000 x 25%=  4.500                                       53.333 x 25%= 13.333
18.000 - 4.500=  13.500                                    53.333 - 13.333= 40.000

Rata-rata tertimbang jumlah saham beredar                             150.000
  Obligasi konvertibel 6%                                                         30.000
  Obligasi konvertibel 8% ( 10/12 x 60.000)                             50.000
Jumlah rata-rata tertimbang saham yang disesuaikan untuk        230.000
sekuritas dilutif

Laba per saham :
Laba per saham ketika tidak ada obligasi konvertibel
          600.000
          150.000
         = 4

 Laba per saham ketika ada obligasi konvertibel
          653.500
          230.000
         = 2,84

Saturday, May 4, 2013

Laba per Saham

Oke temen temen para pencari ilmu,hhehehe.. kali ini saya akan berbagi mengenai apa itu laba per saham dan bagaimana cara menghitung laba per saham, oke langsung saja silahkan dibaca artikel dibawah ini

Laba Per Saham
Laba per saham atau ernings per share (EPS) adalah laba yang dihasilkan dari setiap lembar saham biasa, yang dihitung dengan cara laba bersih dibagi dengan rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama tahun berjalan. Jadi ketika suatu perusahaan memiliki laba bersih Rp. 10.000.000 dan rata-rata tertimbang saham biasa sebesar Rp. 250.000, maka perusahaan tersebut memiliki laba per saham Rp.40.

Laba per saham untuk saham preferen, perhitungannya adalah laba bersih dikurangi dividen saham preferen kemudian dibagi dengan jumlah rata-rata saham yang beredar pada tahun berjalan, itu kalo perusahaan mengalami laba namun ketika perusahaan mengalami kerugian dan dividen saham preferen terlanjur telah diumumkan, maka perusahaan harus menghitung rugi per saham dengan cara menambahkan dividen saham preferen dengan rugi bersih dan dibagi dengan jumlah rata-rata saham yang beredar.

Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham yang Beredar
Nah, setelah kita tahu bagaimana menghitung laba per saham, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apa itu jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dan bagaimana menghitung dan menentukannya, karena ini sangat pokok dan penting untuk mengetahui laba per saham ? Baiklah, disini juga akan dijelaskan cara menghitung atau menentukan jumlah rata rata tertimbang saham yang beredar, silahkan disimak, yang pertama, jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar ini merupakan dasar perhitungan laba per saham dan untuk penentuannya sendiri, kita asumsikan bahwa perusahaan anda mengalami perubahan jumlah saham biasa yang beredar selama periode tertentu sebagai berikut :

Tanggal                        Perubahan Saham                  Saham yang Beredar
1 januari                       saldo awal saham                     190.000
1 april                          menerbitkan 40.000 saham
                                   secara tunai                                40.000
                                                                                     230.000
1 juli                             menerbitkan 10.000 saham
                                    secara tunai                                10.000
                                                                                      240.000
1 november                  dibeli 35.000 saham                  35.000
31 desember                saldo akhir saham                      205.000

maka perhitungannya adalah sebagai berikut :

Tanggal             Saham Beredar    Bagian Dalam Tahun   Saham Tertimbang
1 jan-1 april           190.000                    3/12                          47.500
1 april-1 juli           230.000                    3/12                          57.500
1 juli-1 nov            240.000                    4/12                          80.000
1 nov-31 des         205.000                     2/12                         34.167

Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar                       219.167

Itulah bagaimana laba per saham dihitung, namun berbeda lagi jika perusahaan memiliki obligasi konvertibel yang dapat ditukar atau dikonversi menjadi saham, dan ini akan mempengaruhi jumlah saham yang beredar dan tentu saja juga akan  mempengaruhi jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar. Untuk melihat bagaimana obligasi konvertibel mempengaruhi laba per saham silahkan pembaca kunjungi disini
Lihat juga bagaimana penerbitan saham dilakukan

Sekian artikel yang dapat saya bagikan kepada para pembaca, semoga bermanfaat.. kritik dan saran saya harapkan.. Terimakasih.